Senin, 22 Juli 2019

Yuk peduli udara sekitar!!

Lokasi : Perumahan Total Persada Raya 1
Oleh : Tahta Akdamil Ummahat

           
Perumahan Total Persada Raya 1 merupakan pemukiman yang terletak pada Vila Tangerang Regensi, Jatiuwung, 15131, Banten. Perumahan ini terbilang pemukiman baru yang dibangun oleh developer swasta, rampung sejak bulan Mei 2017.



            Pengamatan dilakukan pada pagi hingga sore hari pada hari Sabtu 20 Juli 2019. Kondisi perumahan terbilang rapih, tertata, kondusif, dan lokasi dinilai strategis karena langsung terhubung dengan jalan arteri Raya Regensi Tangerang dan akses transportasi maupun mobilitas sangatlah mudah. Keadaan perumahan yang mayoritas bekerja menggunakan transportasi umum menjadikan perumahan ini bebas asap kendaraan baik kendaraan bermotor maupun mobil. Hal ini disebabkan perumahan ini banyak dipilih oleh pasangan- pasangan muda yang baru saja berkeluarga. Namun, sayangnya bebas dari asap kendaraan tidak menjamin perumaham ini bebas pula dari asap karbon monoksida lainnya seperti asap atas pembakaran sampah atau yang akrab disebut “nabun”.





Melihat permasalahan asap akibat kegiatan masyarakat perumahan yang terbilang sering melakukan nabun atau pembakaran sampah tersebut membuat saya menyayangkan hal tersebut. Asap karbon monoksida yang dihasilkan akibat pembakaran sampah dapat membahayakan kesehatan manusia sampah rumah tangga, seperti sisa sayuran, rumput, kayu maupun pohon dan dedaunan yang termasuk bahan organic dapat menghasilkan gas CO2 (Karbon Dioksida) yang dapat meningkatkan emisi gas rumah kaca sebagai penyebab global warming. Kemudian, sampah yang tidak terkena oksigen ketika dibakar akan menghasilkan gas CO (Karbon Monoksida) yang dapat menggangu fungsi hemoglobin yang berfungsi mengedarkan oksigen dalam darah. Jika sampah seperti bungkus mie instant, sisa botol minuman atau apapun yang terbuat dari plastic yang biasa disebut sampah anorganik disinyalilr ketika dibakar akan menimbulkan zat dioksin yang dapat menimbulkan kanker serta efek buruk pada manusia maupun hewan. Apalagi ketika sampah tersebut terdapat sisa  obat- obatan semakin buruk.
         
   Selanjutnya, dampak akibat kegiatan membakar sampah atau nabun ini dapat meningkatkan emisi asap di udara, hal ini menambah kabut asap di udara yang dapat menggangu aktifitas penerbangan, dan aktifitas manusia lainnya dan menambah isu lingkungan daerah seperti yang akhir- akhir ini terjadi di Kota Jakarta bukan kabut di pagi hari melainkan kumpulan asap atau polutan yang tebal menyerupai kabut. Hal ini menunjukkan tingkat polutan saat ini semakin tinggi.
          
  Yang terakhir, menimbulkan konflik sosial dimana membuat tetangga risih karena terganggu. Karena ketika asap tersebut menyebar, secara langsung membuat kondisi udara kotor, bau, apalagi ketika terdapat tetangga yang sedang menjemur pakaian. Oleh karena itu, saya menyarankan agar masyarakat sadar lingkungan dan aparat setempat agar menyediakan bak- bak sampah disetiap sudut gang, dan secara bersama masyarakat mengontrol kebijakan pemerintah daerah untuk secara rutin melakukan pengangkutan sampah melalui truk. Selanjutnya, adakan program bank sampah, sehingga masyarakat tidak lagi membakar sampah melainkan dapat memilah sampah- sampah baik organic, anorganik, kemudian dari pengumpulan sampah tersebut dikelola agar menghasilkan suatu produk ekonomis yang dapat meningkatkan pendapat daerah setempat maupun masyarakat.

#KatakanTidakPadaBakarSampah
#BakarSampahBukanSolusi
#JanganKotoriUdaraKami
#PeduliLingkunganUdara

#KLHS