Lokasi
: Perumahan Total Persada Raya 1
Oleh : Tahta Akdamil Ummahat
Pengamatan dilakukan
pada pagi hingga sore hari pada hari Sabtu 20 Juli 2019. Kondisi perumahan
terbilang rapih, tertata, kondusif, dan lokasi dinilai strategis karena
langsung terhubung dengan jalan arteri Raya Regensi Tangerang dan akses
transportasi maupun mobilitas sangatlah mudah. Keadaan perumahan yang mayoritas
bekerja menggunakan transportasi umum menjadikan perumahan ini bebas asap
kendaraan baik kendaraan bermotor maupun mobil. Hal ini disebabkan perumahan
ini banyak dipilih oleh pasangan- pasangan muda yang baru saja berkeluarga.
Namun, sayangnya bebas dari asap kendaraan tidak menjamin perumaham ini bebas
pula dari asap karbon monoksida lainnya seperti asap atas pembakaran sampah
atau yang akrab disebut “nabun”.
Melihat
permasalahan asap akibat kegiatan masyarakat perumahan yang terbilang sering
melakukan nabun atau pembakaran sampah tersebut membuat saya menyayangkan hal
tersebut. Asap karbon monoksida yang dihasilkan akibat pembakaran sampah dapat
membahayakan kesehatan manusia sampah rumah tangga, seperti sisa sayuran,
rumput, kayu maupun pohon dan dedaunan yang termasuk bahan organic dapat
menghasilkan gas CO2 (Karbon Dioksida) yang dapat meningkatkan emisi gas rumah
kaca sebagai penyebab global warming. Kemudian, sampah yang tidak terkena
oksigen ketika dibakar akan menghasilkan gas CO (Karbon Monoksida) yang dapat
menggangu fungsi hemoglobin yang
berfungsi mengedarkan oksigen dalam darah. Jika sampah seperti bungkus mie
instant, sisa botol minuman atau apapun yang terbuat dari plastic yang biasa
disebut sampah anorganik disinyalilr ketika dibakar akan menimbulkan zat
dioksin yang dapat menimbulkan kanker serta efek buruk pada manusia maupun
hewan. Apalagi ketika sampah tersebut terdapat sisa obat- obatan semakin buruk.
Selanjutnya, dampak akibat kegiatan
membakar sampah atau nabun ini dapat meningkatkan emisi asap di udara, hal ini
menambah kabut asap di udara yang dapat menggangu aktifitas penerbangan, dan aktifitas
manusia lainnya dan menambah isu lingkungan daerah seperti yang akhir- akhir
ini terjadi di Kota Jakarta bukan kabut di pagi hari melainkan kumpulan asap
atau polutan yang tebal menyerupai kabut. Hal ini menunjukkan tingkat polutan
saat ini semakin tinggi.
Yang terakhir, menimbulkan konflik
sosial dimana membuat tetangga risih karena terganggu. Karena ketika asap
tersebut menyebar, secara langsung membuat kondisi udara kotor, bau, apalagi
ketika terdapat tetangga yang sedang menjemur pakaian. Oleh karena itu, saya
menyarankan agar masyarakat sadar lingkungan dan aparat setempat agar
menyediakan bak- bak sampah disetiap sudut gang, dan secara bersama masyarakat
mengontrol kebijakan pemerintah daerah untuk secara rutin melakukan
pengangkutan sampah melalui truk. Selanjutnya, adakan program bank sampah,
sehingga masyarakat tidak lagi membakar sampah melainkan dapat memilah sampah-
sampah baik organic, anorganik, kemudian dari pengumpulan sampah tersebut
dikelola agar menghasilkan suatu produk ekonomis yang dapat meningkatkan
pendapat daerah setempat maupun masyarakat.
#KatakanTidakPadaBakarSampah
#BakarSampahBukanSolusi
#JanganKotoriUdaraKami
#PeduliLingkunganUdara
#KLHS




